Saturday, February 4, 2017

Tanggul Bengawan Solo Terancam Jebol

Puluhan meter tanggul Sungai Bengawan Solo di Kab. Bojonegoro, Jawa Timur terancam jebol akibat tergerus arus sungai, Ribuan rumah warga di empat desa terancam terendam. Guyuran hujan deras selama dua hari terakhir membuat warga di tepi aliran Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen waswas. Kekhawatiran warga ini cukup beralasan, karena tanggul pengaman sementara dari kantong pasir di Desa Pilang, Kecamatan Masaran sudah jebol tergerus arus air. 

Camat Masaran Joko Suratno mengatakan, sebelumnya tanggul permanen jebol pada pertengahan Februari lalu. Sampai sekarang tanggul tersebut baru ditambal dengan kantong-kantong pasir. Namun, setelah diguyur hujan deras dua hari terakhir, tanggul sementara tersebut kembali jebol. Karena itu, warga dibantu BPBD dan TNI mengganti dengan kantong-kantong pasir baru. 

”Semalam elevasi naik terus, Kami terus pantau perkembangan di lapangan. Terakhir cenderung konstan, tapi  jam 12 malam naik terus, dari permukaan tanggul tinggal 1 meter,” terangnya, Rabu kemarin (28/9). Setelah air sedikit surut, masyarakat khawatir jika tanggul sementara dari kantor pasir itu sampai jebol. Karena itu, kemarin masyarakat bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen dan TNI membuat tanggul sementara lagi dari kantung pasir. ”Yang  kerja bakti sekitar 30 orang, dibantu BPBD dan anggota TNI,” terangnya. 

Terkait kondisi air saat ini cenderung konstan. Namun warga desa sekitar bengawan seperti Desa Pilang, Jati, Sidodadi, dan Pringanom masih terus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya jika hujan deras  terjadi cukup lama, luapan air sangat mungkin terjadi. Selain itu, kawasan tersebut memang menjadi langganan banjir. 

Sedangkan status aliran Sungai Bengawan Solo saat ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya dari pintu air Jurug, Solo pada pukul 11.00 kemarin, statusnya masih waspada. Meskipun di Wonogiri aman, namun tetap dipengaruhi kondisi dari Sukoharjo dan Kota Solo.

No comments:

Post a Comment