Puluhan meter tanggul Sungai Bengawan Solo di Kab. Bojonegoro, Jawa
Timur terancam jebol akibat tergerus arus sungai, Ribuan rumah warga di
empat desa terancam terendam. Guyuran hujan deras selama dua hari
terakhir membuat warga di tepi aliran Sungai Bengawan Solo wilayah
Sragen waswas. Kekhawatiran warga ini cukup beralasan, karena tanggul
pengaman sementara dari kantong pasir di Desa Pilang, Kecamatan Masaran
sudah jebol tergerus arus air.
Camat Masaran Joko Suratno
mengatakan, sebelumnya tanggul permanen jebol pada pertengahan Februari
lalu. Sampai sekarang tanggul tersebut baru ditambal dengan
kantong-kantong pasir. Namun, setelah diguyur hujan deras dua hari
terakhir, tanggul sementara tersebut kembali jebol. Karena itu, warga
dibantu BPBD dan TNI mengganti dengan kantong-kantong pasir baru.
”Semalam elevasi naik terus, Kami
terus pantau perkembangan di lapangan. Terakhir cenderung konstan, tapi
jam 12 malam naik terus, dari permukaan tanggul tinggal 1 meter,”
terangnya, Rabu kemarin (28/9). Setelah air sedikit surut,
masyarakat khawatir jika tanggul sementara dari kantor pasir itu sampai
jebol. Karena itu, kemarin masyarakat bersama petugas Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen dan TNI membuat tanggul
sementara lagi dari kantung pasir. ”Yang kerja bakti sekitar 30 orang,
dibantu BPBD dan anggota TNI,” terangnya.
Terkait kondisi air saat ini
cenderung konstan. Namun warga desa sekitar bengawan seperti Desa
Pilang, Jati, Sidodadi, dan Pringanom masih terus meningkatkan
kewaspadaan. Pasalnya jika hujan deras terjadi cukup lama, luapan air
sangat mungkin terjadi. Selain itu, kawasan tersebut memang menjadi
langganan banjir.
Sedangkan status aliran Sungai
Bengawan Solo saat ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya dari pintu air
Jurug, Solo pada pukul 11.00 kemarin, statusnya masih waspada. Meskipun
di Wonogiri aman, namun tetap dipengaruhi kondisi dari Sukoharjo dan
Kota Solo.
No comments:
Post a Comment