Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulazis dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan sebagaimana dikabarkan oleh media setempat, Rabu, 31 Desember 2014, mengutip penjelasan Kerajaan.
Raja Abdullah yang mengambil tampuk kekuasaan pada 2005 setelah saudara laki-lakinya Raja Fahd meninggal. Belum jelas benar apa sesungguhnya penyakit yang sedang diderita raja berusia 91 tahun itu.
Namun Raja Abdullah pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit terkait dengan penyakit hernia. “Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdulazis, semoga Allah merahmati, hari ini Rabu, 31 Desember 2014, masuk rumah sakit King Abdulaziz Medical City of the National Guard di Riyadh untuk menjalani tes medis,” bunyi pernyataan Kerajaan sebagaimana dikutip kantor berita SPA.
Pada November 2012, Raja menjalani operasi selama 11 jam di rumah sakit yang sama. Selanjutnya pada Oktober 2011, mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat penyakit serupa dengan sebelumnya. Pernah menjalani perawatan di Amerika Serikat pada 2010 karena hernia.
Namun Raja Abdullah pernah beberapa kali dirawat di rumah sakit terkait dengan penyakit hernia. “Pelayan Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdulazis, semoga Allah merahmati, hari ini Rabu, 31 Desember 2014, masuk rumah sakit King Abdulaziz Medical City of the National Guard di Riyadh untuk menjalani tes medis,” bunyi pernyataan Kerajaan sebagaimana dikutip kantor berita SPA.
Pada November 2012, Raja menjalani operasi selama 11 jam di rumah sakit yang sama. Selanjutnya pada Oktober 2011, mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat penyakit serupa dengan sebelumnya. Pernah menjalani perawatan di Amerika Serikat pada 2010 karena hernia.
2 bulan setelahnya Jumat pagi (23/1/2015). proses suksesi di kerajaan kaya minyak itu sejatinya sangat kompleks.
Abdullah adalah raja keenam Kerajaan Arab Saudi. Ia meraihh puncak kekuasaan pada 1 Agusus 2005, setelah pendahulunya Raja Fahd meninggal. Tapi sebelum itu, Abdullah secara de facto sudah menjadi pemimpin Saudi mewakili Fahd yang menderita stroke sejak tahun 1995.
Fahd adalah saudara ayah Abdullah.
Dari suksesi Fahd ke Abdullah ini saja, sudah terasa sangat kompleks. Sebab, di kerajaan mana pun, pengganti raja pada umumnya adalah putra raja yang meninggal tersebut. (Baca: Raja Saudi Abdullah Meninggal, Negeri Kaya Minyak Berduka)
Kini, setelah Abdullah meninggal penggantinya pun bukan putranya, melainkan adiknya, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Rumitnya lagi, sosok putra mahkota calon pengganti Salman juga bukan putranya, melainkan adik bungsu Abdullah, yakni Pangeran Muqri bin Abdulaziz.
Suksesi ini sudah diputuskan pihak Kerajaan Arab Saudi hari ini.
Yang menjadi misteri masa depan monarki Saudi adalah, siapa nanti pengganti Pangeran Muqri. ”Meskipun begitu banyak orang mengatakan (suksesi) itu akan menjadi transisi yang mulus, ada alasan untuk percaya bahwa Arab Saudi sedang menuju masa sulit,” kata Simon Henderson, seorang ahli suksesi Saudi di Washington Institute untuk Kebijakan Timur Tengah dalam wawancaranya dengan Washington Post.
”Memiliki seorang raja dengan demensia (kepikunan) adalah hal terakhir yang mereka butuhkan pada saat yang sulit ini,” ujar Henderson. “Di mana, Yaman yang telah berantakan, hingga bahaya ISIS yang mengetuk pintu.
Ini adalah Timur Tengah yang luar biasa berbahaya dari perspektif Saudi,” lanjut dia.
Pendiri Kerajaan Saudi, Raja Abdulaziz bin Saud meninggal pada tahun 1953. Dia setidaknya telah mewariskan suksesi yang rumit. Salman sendiri menjadi anak keenam dari Abdulaziz yang menjadi raja Saudi, padahal ada 35 saudara lainnya (termasuk anak dari selir) yang masih hidup ketika Abdulaziz tutup usia.
Tapi, Raja Abdullah yang meninggal hari ini telah mengambil keputusan berani, di mana dia telah menunjuk adik bungsunya, Pangeran Muqri, 71, sebagai putra mahkota setelah Pangeran Salman bin Abdulaziz naik takhta hari ini.
No comments:
Post a Comment