Aliran listrik yang jadi biang kerok kebakaran tak hanya jadi tanggung jawab PLN. Menurut Hardisiswan, keteledoran pemilik bangunan juga turut jadi penyebab kebakaran karena listrik.
"Seperti tak mengganti kabel listrik yang usang, hingga penumpukan saat penggunaan terminal listrik. Ini yang membuat percikan api, trus merambat ke penghantar api, kayak kayu dan plastik," jelas Hardisiswan.
Namun, dia tak menyebutkan berapa nyawa yang melayang akibat 247 kebakaran itu karena data-data tersebut ada di kepolisian. Sedangkan untuk objek yang terbakar, mulai dari bangunan perumahan, bangunan umum dan perdagangan, bangunan industri, hingga kendaraan bermotor tercatatkan.
"Itu data dari Januari sampai November, data Desember masih kita Rampungkan sampai akhir tahun," katanya.
Hardisiswan berharap, kesigapan dan kewaspadaan masyarakat juga harus terasah. Minimal untuk mencegah terjadinya kebakaran. Ia mengimbau agar masyarakat lebih awas dan peka dengan alat-alat listrik serta sumber api, terlebih mereka yang tinggal dalam permukiman padat dan gang-gang sempit.
"Harus jadi kesadaran bersama di semua lapisan masyarakat, agar peristiwa kebakaran bisa ditekan," Hardisiswan memungkas.
"Seperti tak mengganti kabel listrik yang usang, hingga penumpukan saat penggunaan terminal listrik. Ini yang membuat percikan api, trus merambat ke penghantar api, kayak kayu dan plastik," jelas Hardisiswan.
Namun, dia tak menyebutkan berapa nyawa yang melayang akibat 247 kebakaran itu karena data-data tersebut ada di kepolisian. Sedangkan untuk objek yang terbakar, mulai dari bangunan perumahan, bangunan umum dan perdagangan, bangunan industri, hingga kendaraan bermotor tercatatkan.
"Itu data dari Januari sampai November, data Desember masih kita Rampungkan sampai akhir tahun," katanya.
Hardisiswan berharap, kesigapan dan kewaspadaan masyarakat juga harus terasah. Minimal untuk mencegah terjadinya kebakaran. Ia mengimbau agar masyarakat lebih awas dan peka dengan alat-alat listrik serta sumber api, terlebih mereka yang tinggal dalam permukiman padat dan gang-gang sempit.
"Harus jadi kesadaran bersama di semua lapisan masyarakat, agar peristiwa kebakaran bisa ditekan," Hardisiswan memungkas.
No comments:
Post a Comment