Sunday, February 5, 2017

Kebakaran di Jakarta Barat

Kawasan padat penduduk di Jakarta Barat tak pernah aman dan selalu dalam ancaman si jago merah. Sepanjang 2016, harta benda senilai Rp 44,6 miliar sudah jadi abu dilalap si jago merah. Kawasan Cengkareng jadi lokasi terbanyak yang dilalap api, sementara listrik adalah biang kerok paling sering memicu kebakaran.

Dari catatan Suku Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PKP) Jakarta Barat, kawasan Cengkareng sudah 46 kali terbakar sejak Januari hingga akhir November 2016. Lalu, menyusul kawasan Grogol Petamburan sebanyak 38 kali, Kebon Jeruk terjadi 33 kebakaran, sedangkan kecamatan Kembangan sudah terbakar sebanyak 32 kali dan Kecamatan Kalideres 31 kebakaran.

Uniknya, kawasan Tambora yang sangat padat hanya terbakar 28 kali, lalu kawasan Taman Sari yang sangat aktif di malam hari sudah terbakar sebanyak 25 kali. Terakhir, kawasan Palmerah sudah mengalami kebakaran sebanyak 14 kali.

Senin dini hari tadi, kebakaran kembali berkobar di Grogol Petamburan. 20 mobil damkar dikerahkan, api yang berkobar sejak pukul 03.00 WIB berhasil dipadamkan pada pukul 05.15 WIB. Tak ada korban jiwa, namun 6 rumah dan satu sepeda motor jadi arang. Penyebabnya, korsleting listrik.

Arus pendek, atau meledaknya alat-alat listrik hingga korsleting listrik di tiang-tiang listrik milik PLN jadi penyebab nomor satu kebakaran di Jakarta Barat.

"Dari 247 kebakaran, sebanyak 181 kebakaran dipicu aliran listrik, 18 kali akibat ledakan kompor, 8 kali akibat puntung rokok, dan sisanya beragam," ujar Kasudin PKP Jakarta Barat, Hardisiswan pada Liputan6.com, di Jakarta Barat,

No comments:

Post a Comment