Thursday, April 9, 2015

Kebakaran Di Wilayah Padat Penduduk


Permukiman padat penduduk di RT06/03 Krukut, Kecamatan Taman sari, Jakarta Barat diamuk si jago merah. Kebakaran itu diduga lantaran korsleting listrik. "Api di duga muncul karena adanya korsleting listrik. Apinya sudah membakar satu rumah warga," ujar Perwira Piket, Kasi Sektor Tambora, Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat Eko Sumarno saat dihubungi Sindonews, Kamis (9/4/2015). 

Kata Eko, pihaknya mendapatkan laporan itu pada pukul 21.30 WIB. Kini, sambung dia, pihaknya sudah menerjunkan 16 mobil pemadam kebakaran ke lokasi. "Saat ini saya dan kawan-kawan sedang berada di lokasi untuk memadamkan apinya," tambahnya. 

Hingga kini belum diketahui, apakah ada korban jiwa atau tidak. Dia berharap, api itu dapat dipadamkan dengan cepat. "Korban jiwa masih belum kami temukan. Mudah-mudahan apinya cepat padam agar segera dilakukan pendinginan," tutupnya.

Sementara itu kebakaran hebat juga terjadi di pabrik wilmar nabati gresik, Gedung Lantai 6 Pabrik PT Wilmar Nabati Indonesia yang berlokasi di Jalan Kapten Darmo Sugondo 56, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, hangus terbakar Rabu 8 April 2015 malam. Kebakaran yang bermula dari mesin produksi (glycerin) itu seketika menghentikan sementara seluruh aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut.

Humas PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik, Ahmad Wahid, mengatakan titik api mulai membesar sekitar pukul 19.00 WIB. Api sempat membesar dan membakar ruangan tempat mesin yang berada di lantai 6.

"Letak mesin yang terbakar berada di zona aman jauh dari para pekerja, sehingga saat terbakar tidak ada pekerja yang berada di lokasi itu," kata Wahib di lokasi kejadian.

Kebakaran ini menjadi tontotan warga yang ada di sekitar Jalan Kapten Darmo Sugondo. Kobaran api juga sempat terlihat dari radius 2 kilometer dari lokasi pabrik.

Wahid menduga, terbakarnya mesin dikarenakan korsleting listrik yang ada di ruangan mesin, lalu membakar seluruh ruangan. Kebakaran berlangsung sekitar 20 menit, kemudian api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran pabrik.

Terkait jumlah kerugian, Wahid belum bisa memprediksi dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan tim labfor kepolisian setempat.

"Tidak ada korban jiwa, dan petugas pemadam kami juga tanggap dalam memadamkan api, dibantu dengan mobil pemadam kebakaran milik Petrokimia, Semen Gresik, Pemkab Gresik serta Polres Gresik," katanya.

Pekerja PT Wilmar Nabati Indonesia yang bekerja pada shift kedua mengaku panik, karena tiba-tiba diminta keluar dari pabrik dan berlari di zona aman.

"Sempat ada suara peringatan keluar pabrik, dan kami semua langsung keluar," kata salah seorang pekerja di bagian listrik yang namanya tak ingin disebutkan.

No comments:

Post a Comment