Banjir di tiga perumahan di Kota Bekasi, Jawa Barat, belum juga
surut. Bahkan, ketinggian banjir di salah satu perumahan mencapai 1,5
meter. Ini diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur
wilayah tersebut. Wakil Satgas BPBD Kota Bekasi, Karsono mengatakan, tiga titik
perumahan yang masih banjir di antaranya di Perumahan Dosen IKIP
(Jatiasih) dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
"Di Perumahan Bumi Nasio (Jatiasih) ketinggian mencapai 1 meter," kata Karsono, Senin (20/2).
Selain dua perumahan itu, banjir juga melanda perumahan Pondok Hijau
Permai di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Di perumahan tersebut
ketinggian genangan mencapai 1 meter. "Semalam sempat surut, namun karena diguyur hujan lebat, air kembali naik," kata Karsono.
Dia menambahkan, personel BPBD berikut perahu karet tetap disiagakan
di lokasi banjir untuk membantu evakuasi terhadap warga yang ingin
mengungsi. "Sebagian besar masih bertahan di rumahnya masing-masing, kami sudah menyalurkan bantuan," katanya.
sementara itu Sebanyak tujuh rumah di Jalan Kartini, RW 2, Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, rusak karena tergerus arus Sungai Bekasi yang meluap. Bahkan, satu di antaranya hanyut terbawa arus sungai tersebut.
"Rumah yang terkena dampak longsoran berada di RT 4 dan RT 5," kata Ketua RT 04, Ani Suhani, Minggu (19/2).
Ia menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika debit Sungai Bekasi meningkat tajam sekitar pukul 08.00 WIB. Awalnya, hanya dua rumah yang bagian belakangnya tergerus arus, namun melebar mengenai lima rumah yang berada di bantaran sungai.
"Empat rumah berada di RT 04, sedangkan tiga lainnya di RT 05, lokasi longsor berkisar sepuluh meter dari bibir sungai," jelas Ani.
Ia mengatakan, sejumlah korban longsoran mendapatkan bantuan logistik dari BPBD Kota Bekasi. Bantuan itu seperti nasi bungkus, selimut, dan mie instan, mereka juga diungsikan ke sekretariat RW setempat.
Seorang korban longsor, Sukma (27) mengaku akan tinggal di kantor Posyandu, sambil mencari rumah kontrakan sebagai tempat tinggal. Ia mengaku cukup terkejut tiba-tiba air meluap dan menggerus rumah semi permanennya tersebut.
"Sudah dikosongkan rumah, barang-barang juga sudah dikeluarkan. Kami takut ada longsor susulan," tandasnya.
No comments:
Post a Comment